Tugas Mandiri 10

 A07_Wildan Fazri | 41122010087

A. BUATLAH 10 RINGKASAN PENTING BERDASARKAN ISI MODUL 9 

  1. Penelitian sebagai Proses Ilmiah
    Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap suatu permasalahan melalui penalaran logis dan bukti empiris.
  2. Masalah sebagai Awal Penelitian
    Penelitian selalu berangkat dari adanya masalah yang muncul akibat ketidaksesuaian antara kondisi ideal (das Sollen) dan kondisi nyata (das Sein).
  3. Sumber Masalah Penelitian
    Permasalahan penelitian dapat ditemukan melalui pengamatan langsung, diskusi ilmiah, kajian literatur, hasil penelitian sebelumnya, maupun pendapat para ahli.
  4. Kriteria Masalah Penelitian yang Baik
    Masalah yang layak diteliti harus memenuhi kriteria FINER, yaitu dapat dilaksanakan, menarik, memiliki kebaruan, beretika, serta relevan dengan bidang keilmuan.
  5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
    Tujuan penelitian berkaitan dengan capaian yang ingin diraih selama proses penelitian, sedangkan manfaat penelitian mengacu pada dampak positif yang dihasilkan setelah penelitian selesai.
  6. Pentingnya Studi Kepustakaan
    Studi kepustakaan berfungsi sebagai dasar teoritis penelitian, membantu memahami permasalahan secara mendalam, serta mencegah terjadinya duplikasi penelitian.
  7. Identifikasi dan Perumusan Masalah
    Identifikasi masalah dilakukan untuk memilih satu masalah utama, sedangkan perumusan masalah bertujuan menyusunnya dalam bentuk pertanyaan yang jelas dan terfokus.
  8. Landasan Teoretis Penelitian
    Penelitian harus didukung oleh teori yang relevan agar fenomena yang dikaji dapat dijelaskan secara ilmiah dan menjadi dasar dalam penyusunan hipotesis.
  9. Penelitian sebagai Proses Berkelanjutan
    Hasil penelitian sering kali memunculkan permasalahan baru yang dapat dikaji lebih lanjut, sehingga penelitian bersifat dinamis dan berkesinambungan.
  10. Ciri Penelitian Ilmiah
    Penelitian ilmiah harus dilakukan secara sistematis, logis, dan empiris agar hasilnya dapat diuji dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

 

B. Pertanyaan Pemantik

1. Struktur Proposal

  • Dalam struktur proposal penelitian, latar belakang masalah berperan sebagai pondasi karena memuat alasan, urgensi, dan konteks penelitian. Kesimpulan dan saran berfungsi sebagai atap yang memberikan nilai guna dari hasil penelitian. Koherensi antara latar belakang dan rumusan masalah sangat penting karena rumusan masalah menjadi penopang utama penelitian. Ketidaksesuaian keduanya akan melemahkan logika penelitian secara keseluruhan.

2. Metodologi Penelitian

  • Pemilihan pendekatan penelitian ditentukan oleh karakteristik masalah dan tujuan penelitian. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur variabel dan menguji teori, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami makna dan fenomena secara mendalam. Elemen utama dalam Bab Metodologi adalah kesesuaian antara pertanyaan penelitian, teknik pengumpulan data, dan metode analisis yang digunakan.

3. Fungsi Proposal Penelitian

  • Ketidaksesuaian antara proposal dan kondisi lapangan dapat menimbulkan masalah serius, seperti menurunnya kredibilitas peneliti dan tidak validnya data penelitian. Hal ini berisiko mendorong peneliti melakukan pemaksaan atau manipulasi data yang bertentangan dengan prinsip kejujuran ilmiah.

4. Integritas dalam Research Gap

  • Research gap yang kuat ditandai oleh adanya kontribusi kebaruan, baik dari aspek konteks, metode, maupun variabel yang belum diteliti. Sebaliknya, duplikasi penelitian hanya mengulang penelitian terdahulu tanpa memberikan nilai tambah ilmiah.

5. Revisi dan Seminar Proposal

  • Revisi proposal dan persiapan seminar sama pentingnya dengan penyusunan proposal karena menjadi tahap pengujian kelayakan penelitian. Proposal sering ditolak bukan karena topiknya lemah, melainkan karena peneliti kurang mampu menjelaskan urgensi dan mempertahankan argumennya secara lisan.



C. Pertanyaan Reflektif

1. Pengalaman Menulis Proposal

  • Bagian latar belakang masalah merupakan bagian paling menantang karena membutuhkan alur logika yang runtut dari isu umum ke masalah spesifik. Untuk mengatasinya, penyusunan kerangka berpikir dilakukan sebelum penulisan agar alur tetap konsisten.

2. Komitmen Penelitian

  • Perbedaan antara idealisme riset dan keterbatasan sumber daya sering terjadi. Penyeimbangannya dilakukan dengan mempersempit ruang lingkup penelitian tanpa mengurangi kedalaman analisis.

3. Etika Penelitian

  • Peneliti memiliki tanggung jawab penuh untuk membaca dan memahami seluruh sumber yang dicantumkan dalam daftar pustaka. Pencantuman referensi tanpa pemahaman merupakan bentuk ketidakjujuran akademik.

4. Keterbatasan Penelitian

  • Keterbatasan penelitian dapat berupa keterbatasan generalisasi, metode, dan waktu. Penyebutan keterbatasan menunjukkan sikap kritis dan realistis terhadap ruang lingkup penelitian.

5. Transparansi Metodologi

  • Metodologi penelitian harus dijelaskan secara rinci dan sistematis agar penelitian dapat direplikasi oleh peneliti lain dan memiliki akuntabilitas ilmiah yang baik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Mandiri 2

Tugas Terstruktur 3 & 4

Tugas Mandiri 1